Foto termahal di dunia

Bukan berita yang baru sekali, tapi cukup menarik untuk di posting. Foto berjudul Rhine II (nama sungai di Jerman) karya fotografer asal Jerman Andreas Gursky merupakan foto termahal di dunia setelah laku dijual dengan 4.3 juta USD (38 miliar Rupiah).
Foto yang “terlihat” sederhana ini mengundang kontroversi, apakah memang patut berharga 4.3 juta USD? Bagaimana menurut kalian? Mengapa ada pembeli yang bersedia membayar begitu mahalnya?
andreas-gursky-rhine
Rhine II Foto termahal di dunia

desaku mbangun

Buku Kisah Seorang Gadis Pemulung


Kisah perjalanan hidup seorang gadis pemulung asal Bali bernama Ni Wayan Mertayani (16) yang menjuarai lomba foto internasional dari Museum Anne Frank, Belanda, dibukukan.

Pande Komang Suryanita, penulis buku berjudul "Potret Terindah dari Bali" itu saat dihubungi di Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu, mengatakan buku itu diterbitkan Kaifa (grup Penerbit Mizan) pada awal Februari ini.

Materi buku mengungkapkan sisi kehidupan gadis yang biasa dipanggil dengan Ni Wayan atau Sepi itu.

Penulis menguraikan secara detil bagaimana alur kehidupan Sepi yang begitu memilukan. Bermula dari kehilangan ayah dan rumah tinggal, Sepi bersama ibu dan adiknya, pindah ke sebuah gubuk di tepi Pantai Amed, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.

Di gubuk itu, Sepi menjalani hidup sebagai penjual makanan dan sesekali memulung barang bekas setelah pulang sekolah untuk dapat membantu ekonomi keluarga, terlebih ibunya dalam kondisi sakit-sakitan.

Hingga suatu ketika, ia bertemu dengan turis asal Belanda bernama Dolly yang meminjami kamera untuk belajar memotret.

Hasil "jepretan" Sepi kemudian didaftarkan oleh Dolly pada lomba foto internasional yang diadakan Yayasan Anne Frank di Belanda, dengan tema "Apa Harapan Terbesarmu".

Tak disangka, foto Sepi yang berobjek ayam yang sedang bertengger di pohon singkong karet berhasil menjadi pemenang dan mengalahkan 200 peserta lain dari berbagai negara.

Menurut Pande Komang Suryanita, objek foto Sepi berupa ayam, merupakan representasi diri Sepi.

Bila hujan ia kehujanan begitu juga kala panas menyengat karena kondisi gubuk yang ditempatinya begitu memprihatinkan.

"Namun, cerita hidup Sepi bukan bermaksud mencari simpati dari pembaca tentang nasib kurang beruntung yang dialaminya. Justru, kisah itu kami angkat menjadi buku, dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia agar tidak pernah menyerah dalam menjalani hidup," ujar Suryanita.

Kisah hidup Sepi, lanjut Suryanita, terbukti amat inspiratif karena dalam kondisi hidup serba kekurangan, Sepi tak pernah berhenti berupaya agar roda hidupnya bergulir menjadi lebih baik.

Tak berbeda dengan kisah hidup Anne Frank, yakni seorang gadis Yahudi yang bertahun-tahun hidup dalam persembunyian untuk menyelamatkan diri dari tentara Nazi, yang menjadi tokoh idola bagi Sepi.

Dalam persembunyian, Anne menulis dalam buku harian tentang cita-cita yang ingin diraihnya kalau keadaan sudah aman.

Buku "Potret Terindah dari Bali" sekaligus ingin mengungkapkan bahwa mimpi atau cita-cita dapat menjadi kekuatan seorang anak agar dapat menjalani hidup, sesulit apapun, kata Suryanita.

"Seperti halnya yang dialami Sepi. Mimpi dan cita-citanya menjadi jurnalis, membuatnya tak pernah putus asa. Hidupnya yang sulit,bukan membuatnya tak bisa berkelit," ujar penulis yang menetap di Denpasar itu.


source : ant

Lomba Nulis Basa Ngapak

Woro-Woro

Kanggo para sedulur warga Desa Wonoharjo sing nang ndi bae paran, semana uga para warga sing rumangsa urip lan golet penguripan nang Desa Wonoharjo.
Dalam rangka mangayubagyo Dina Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 15 Februari 2011, www.desawonoharjo.blogspot.com nganakna lomba nulis basa ngapak utawane basa sing dienggo saben ndinane kanggo sesrawungan karo tangga teparo lan sanak sedulur.
Lomba nulis basa ngapak kie ana hadiaeh yakue duit dalam bentuk Voucher Pulsa.
Pemenange ana telu, yakue :
  • Juara 1 : Voucher Pulsa Satusewu,
  • Juara 2 : Voucher Pulsa Seketewu,
  • Juara 3 : Voucher Pulsa Selaweewu.

Tema tulisan : Maulid Nabi Muhammad SAW

Syarate :
  1. Tulisan nganggo basa Ngapak.
  2. Tulisan bebas ( bisa cerita, karangan, atau opini ) asal sopan, ora nyinggung wong liya, agama liya utawane sing mengarah maring hal-hal SARA.
  3. Tulisan maksimal selembar halaman folio.
  4. Tulisan sing dikirim asli gaweane dewek.
  5. Lomba ditutup tanggal 15 Februari 2011 Jam 23.59 bbwi
  6. Tulisan dikirim meng email : desawonoharjo[at]gmail.com
  7. Pemenang diumumna tanggal 19 Februari 2011
  8. Tulisan sing menang dilebokna nangwww.desawonoharjo.blogspot.com
  9. Keputusan Juri mutlak ora bisa diganggu gugat.
  10. Aturan liyane sing sekirane diperlukna, bisa nyusul maning ngesuk.
  11. Lomba Nulis basa ngapak kie dibuka mulai tulisan kie muncul nang www.desawonoharjo.blogspot.com

Hubungan Desa-Kota

Batas-batas desa dan kota sudah mulai samar. Konsep kota bisa muncul di daerah perdesaan dan sebaliknya konsep desa dapat muncul di perkotaan. Warga kota tergantung ke desa, warga perdesaan bisa tergantung ke perkotaan. Sebagian besar hubungan desa-kota yang terjadi selama ini diwarnai oleh motif-motif eksploitatif sehingga warga perdesaan mengalami proses pemiskinan. Karena itu, warga desa dan kota perlu melakukan pembangunan kembali membangun hubungan mereka secara setara agar tercipta hubungan yang lestari.

Pendapat itu disampaikan oleh Marco Kusumawijaya, Direktur Rujak Center for Urban Studies (RCUS) Jakarta pada Diskusi Terbatas Hubungan Desa-Kota di COMBINE Resource Institution, Jalan KH Ali Maksum 183, Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul (14/1/2011). Konsep lestari (sustainable) mengandaikan hubungan yang saling menguntungkan antara desa dan kota.

“Terlalu sederhana bila memandang pengelolaan sumber daya perdesaan dan perkotaan hanya sekadar produksi-konsumsi. Orang kota butuh bahan makanan, orang desa memproduksi bahan makanan. Orang kota tak bisa dikatakan mengeksploitasi sumber daya desa, tapi mereka juga merupakan solusi bagi surplus bahan pangan yang diproduksi desa,” ujarnya.

Konsep lestari membutuhkan keseimbangan cara produksi-konsumsi dengan alam. Marco menye butnya dengan istilah tumbuh bersama sumber daya. Praktik lestari telah dipraktikkan oleh Singgih Kartono di Krajan 1 RT 02 RW 07, Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah. Singgih memproduksi teknologi kota seperti radio, alat tulis dan perkantoran, serta pernah-pernik lainnya dalam kemasan yang terbuat dari sumber daya yang dimiliki oleh desa. Lalu, produk kolaborasi itu (www.magno-design.com) mendapatkan apresiasi yang baik dari pasar.

“Kegiatan Singgih Kartono mengobrak-abrik konsep desa dan kota selama ini. Dia menunjukkan kota dan desa memiliki keterkaitan yang erat dalam hubungan produksi-konsumsi, kebudayaan, dan mata pencaharian. Konsep itu mendamaikan desa dan kota,” lanjut Marco.

Marco mengkritik kajian perkotaan yang didominasi oleh konsep Jakarta. Konsep itu bukan suatu yang netral sebab mengabaikan rujukan pada kota-kota lainnya. Ironisnya, banyak ahli perkotaan yang tinggal di luar Kota Jakarta gagap membicarakan konsep kota selain Jakarta. Konsep desa-kota membangkitkan pengetahuan perkotaan di Indonesia.

Diskusi itu diakhiri dengan perencanaan lokalatih hubungan desa-kota pada Maret 2011. Lokalatih itu akan diikuti oleh para pegiat perdesaan dan perkotaan untuk memperkaya khasanah desa-kota yang lestari. (YS)

Menghitung Untung Beternak Sapi

Harga daging sapi tahun ini diperkirakan naik karena permintaan yang meningkat. Kondisi pasar ini merupakan peluang usaha untuk beternak sapi. Bagaimana hitung-hitungan keuntungan beternak sapi?

Konsumsi daging sapi Indonesia tahun ini diperkirakan naik menjadi 487 ribu ton. Pada tahun-tahun sebelumnya, saat konsumsi daging sapi masih 385.035 ton, impor sapi Indonesia bisa mencapai 600 ribu ekor. Asosiasi Pengimpor Daging Sapi (Aspidi) memperkirakan impor daging sapi (khusus daging) tahun 2011 meningkat menjadi sekitar 112-113 ribu ton. Angka impor itu naik bila dibanding impor tahun 2010 yakni 110 ribu ton.

Peluang pasar sapi tersebut menjadi peluang besar bagi usaha ternak sapi di Indonesia. Kendala utama untuk meningkatkan pemilikan ternak sapi adalah permodalan. Sujatmono Toni, pengelola Bogor Agro Lestari Farm di Bogor, Jawa Barat mengatakan untuk bisa meningkatkan pemilikan populasi ternak bisa dilakukan dengan mengakses modal dari perbankan.

Beberapa skim kredit bisa dimanfaatkan para peternak, di antaranya adalah Kredit Ketahanan Pangan – Energi (KKP-E), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS). Agar petani bisa mengakses skim kredit tersebut diperlukan pendampingan. Dengan cara ini Sujatmono Toni bisa mengkaseskan modal kredit untuk peternak dari perbankan sebesar Rp 9,35 miliar. (Baca juga: Cara Mengakses Modal untuk Beternak Sapi).

Namun untungkah usaha beternak sapi? Menurut hitung-hitungan Bogor Agro Lestari usaha ternak sapi cukup memberikan keuntungan. Untuk usaha penggemukan selama 6 bulan ternak sapi Limosin/ Simental dengan modal sekitar Rp 50 juta (4 ekor sapi) bisa diperoleh pendapatan sekitar 61,5 juta. Jadi untungnya sekitar Rp 11,5 juta atau sekitar Rp 2 juta per bulan. (Lihat: Analisa Usaha Penggemukan Sapi Limosin/ Simental).

Kalau yang digemukkan sapi jenis Peranakan Ongol (PO) keuntungannya lebih besar. Dengan modal Rp 50 juta untuk 4 ekor sapi, setelah digemukkan selama 6 bulan, diperoleh pendapatan sekitar Rp 75 juta. Jadi untungnya sekitar Rp 25 juta atau Rp 4 juta per bulan. (Baca: Analisa Usaha Penggemukan Sapi PO).

Lebih besar lagi untungnya bila peternak bisa mengusahakan sapi perah. Untuk satu ekor sapi perah bunting saja bisa diperoleh banyak pendapatan. Ada pendapatan harian dari susu yang diperah sekitar Rp 900 ribu/ bulan, ada pendapatan dari penjualan pedet (Rp 2 juta) dan ada penerimaan akhir siklus usaha (sapi afkir) Rp 9 juta. (@).

Model Pengembangan Kemitraan Agribisnis Sapi Potong

Model pengembangan yang dapat menjadi alternatif adalah kemitraan inti-plasma. Dengan membentuk wadah berupa organisasi/kelembagaan/koperasi sebagai inti dan anggota kelompok ternak sebagai plasma. Inti memiliki peran utama dalam pendampingan kelompok ternak berupa bimbingan teknis dan pembinaan manajemen, selain itu memfasilitasi akses permodalan, pasar baru, sapronak, dan teknologi. Anggota kelompok berperan sebagai plasma yang memiliki kewajiban budidaya(on farm), dan menjual hasil produksi kepada inti. Pemilihan Plasma dilakukan melalui mekanisme seleksi sehingga plasma merupakan anggota kelompok ternak yang memiliki kualifikasi, dan telah memenuhi persyaratan tertentu.

Kemitraan usaha agribisnis ini merupakan hubungan bisnis antara inti dan plasma dimana masing-masing pihak memperoleh penghasilan dari usaha bisnis yang saling terkait dengan tujuan untuk mencai keuntungan bersama dengan dilandasi rasa saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Model pengembangan usaha meliputi dua jenis usaha yaitu, usaha pembibitan dan usaha penggemukkan sapi potong. Model ini sangat mendukung program pemerintah yaitu pembibitan ternak di pedesaan atau VBC (Village Breeding Centre)untuk mewujudkan peternakan yang tangguh serta mewujudkan kecukupan daging tahun 2010.

Dalam lingkup peternak usaha pembibitan dimaksudkan untuk memperbanyak jumlah populasi sapi dan penjualan bibit sapi, sedangkan usaha penggemukan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi peternak. Penggabungan dua model usaha ini untuk mengantisipasi penjualan sapi induk hanya untuk menutupi kebutuhan hidup peternak, sehingga pertambahan populasi ditingkat peternak tidak berkurang.

Dalam pelaksanaanya sangat dibutuhkan kerjasama yang sinergis diantara stakeholder peternakan yaitu pemerintah, perguruan tinggi, swasta dan lembaga keuangan. Pemerintah dewasa ini lebih berperan sebagai steering dari pada rowing. Artinya, masyarakat dan pihak swastalah yang menjadi motor penggerak pengembangan peternakan, sedangkan pemerintah hanya menyiapkan kondisi dan lingkungan yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya kegiatan agribisnis peternakan. Pemerintah berperan dalam membantu mendukung penyediaan permodalan dengan menyediakan fasilitas permodalan yang layak. Inti sebagai pendamping menyediakan rancangan kerja agribisnis mencakup manajemen, aturan kerjasama, teknologi yang digunakan yang ditetapkan melalui musyawarah mufakat. Dengan penerapan model ini akan mengarahkan pada kemandirian petani dalam mewujudkan usaha tani berwawasan agribisnis.

PENGEMBANGAN INTI

Inti merupakan lembaga yang diharapkan dapat mendampingi petani dengan memberikan pelayanan aspek teknis dan non teknis dari hulu hingga hilir sehingga tercipta usaha yang produktif dan efisien. Dalam rangka pendampingan petani pengembangan inti diarahkan pada kegiatan diantaranya:

1. Manajer pelayanan Inseminasi Buatan (IB) dan kesehatan ternak.

2. Penyediaan obat-obatan dan pakan ternak.

3. Pelayanan penelitian dan jasa pelatihan.

4. Akses pasar dan pengelolaan permodalan.

Karena inti merupakan penanggung jawab program sehingga diperlukan beberapa fasilitas penunjang yaitu:

1. Sekertariat

2. Kandang percontohan

3. Pakan ternak dan obat-obatan.

4. Induk sapi potong.

5. Sapi jantan untuk penggemukkan.

6. Timbangan ternak

7. Bahan dan perlengkapan Inseminasi Buatan (IB).

Konsep secara detail bisa menghubungi : Yuari Trantono via email di yuarijobs[at]gmail.com atau Telp. 081227875015. ( @ )

Potensi Ternak di Kebumen

DisInforkomtel – Kabupaten Kebumen memiliki potensi yang cukup besar di sektor peternakan. Namun Perkembangan ternak di Kabupaten Kebumen masih berjalan kurang optimal. Usaha peternakan yang dilakukan secara tradisional dan dipelihara oleh orang perorang menjadi salah satu penyebabnya.
Kepala Dinas Peperla Kabupaten Kebumen Ir A Tri Projo menjelaskan sektor peternakan memiliki peranan yang sangat penting sebagai sumber pendapatan masyarakat. Sektor peternakan mempunyai juga mempunyai kontribusi besar bagi daerah terutama dalam menumbuhkan peluang ekonomi masyarakat pedesaan. Data Dinas peperla mencatat sampai saat ini di Kabupaten Kebumen terdapat sekitar 42.850 ekor ternak besar dan 395.163 ekor ternak kecil yang tersebar di daerah pesisir. Perkembangan populasi beberapa jenis ternak mengalami peningkatan yang signifikan. Seperti sapi potong yang cenderung meningkat 15,48 % setiap tahunnya.Tahun 2008 jumlah ternak sapi potong mencapai 35.876 ekor tahun 2009 meningkat menjadi 41.430 ekor. Jenis ternak lainnya yakni kambing dan ayam buras. Namun usaha peternakan selama ini masih didominasi usaha yang bersifat tradisional. Bahkan selain masih menggunakan peralatan dan teknologi yang sederhana juga keterbatasan modal kerja dan manusia petani ternak yang rata-rata masih rendah, sehingga potensi yang ada masih belum dapat digali secara optimal.
Kendati Teknik pemeliharaan ternak masih dilakukan secara tradisional namun kesadaran peternak untuk berkelompok sangat tinggi. Adapun sampai tahun 2009 secara kelembagaannya di Kabupaten Kebumen terdapat 620 kelompok Tani Ternak dan KWTT sebanyak 78 kelompok.
Tri mengungkapkan di Kabupaten Kebumen juga terdapat usaha peternakan rakyat yang cukup banyak khususnya ternak sapi dan kambing. Sebagian besar usaha peternakan tersebut berada di wilayah perbukitan yang kekurangan air.
“keberhasilan sektor usaha ini sangat bergantung pada ketersediaan sumberdaya air yang ada disamping ketersediaan pakan ternak yang terjamin sepanjang tahunnya serta kecukupan air untuk perluasan dan pertumbuhan HMT”,imbuh Tri .
Ditambahkan keberhasilan agribisnis peternakan juga akan sangat bergantung pada komitmen, konsistensi, komunikasi ,network dan partisipasi seluruh stakeholder. Yang tidak kalah penting peranan insfrastruktur baik sarana dan prasarana dalam pembangunan peternakan di Kabupaten kebumen semakin dibutuhkan dalam mendukung upaya pencapaian sasaran program peningkatan populasi dan produksi ternak. (Rin)